Latest topics
» Lendir di tak 100m x 40mm x 40mm
Yesterday at 21:53 by Batavia_Aquatic

» How to Start Marine Tank - Part 1 : What You Need Before Starting
Yesterday at 21:47 by Batavia_Aquatic

» (Coba2) membuat ATS utk penurun Nitrat dan Phospat
Mon 22 Oct 2018, 18:29 by pitoyop

» Our Product
Sun 21 Oct 2018, 21:42 by Raymondcoralkingdom

» Ready stock Royal Aiptasia Controler
Sun 21 Oct 2018, 13:22 by Adminjava

» 2ND - ANNIVERSARY BIG SALE & CLEARANCE OLD STOCK!! Sampai 5 November 2018
Fri 19 Oct 2018, 12:12 by Adminjava

» Sulphur Denitrator
Fri 19 Oct 2018, 07:43 by reyza

» Ready stock caribsea Live sand
Thu 18 Oct 2018, 10:10 by Adminjava

» Tank belum jadi (Tank belajar..) :D _TOTY IFC-2018
Wed 17 Oct 2018, 08:28 by pitoyop

» Tanya Jawab dan Konsultasi seputar Lampu/pecahayaan Aquarium
Tue 16 Oct 2018, 23:48 by Albertcoho

» DIY Cone Skimmer
Tue 16 Oct 2018, 16:44 by DanielDMQ

» DIY Injector Protein Skimmer
Tue 16 Oct 2018, 16:43 by DanielDMQ

» TOTY IFC2018 - Tank Anak Tepi Sungai Mahakam
Mon 15 Oct 2018, 16:28 by Denn Rustanto

» Ready stock Spectra aqua knight 30W CREE Nano Aquarium LED w/Mount
Sun 14 Oct 2018, 13:33 by Adminjava

» 2ND - ANNIVERSARY
Thu 11 Oct 2018, 09:35 by Adminjava

» Bagaiman sih Cara Budidaya Ikan Gurame yang efektif ?
Wed 10 Oct 2018, 14:48 by gdmgonature

» Pico tank 35x35x35
Tue 09 Oct 2018, 13:15 by garywilliamw

» hardscape
Tue 09 Oct 2018, 08:49 by pitoyop

» Ready Stock Skimz SM 167 Protein skimmer kapasitas 1.200 Liter
Mon 08 Oct 2018, 12:04 by Adminjava

» Ready Stock Jebao SW 8 Wave Maker
Sun 07 Oct 2018, 12:01 by Adminjava

» skimz sh 01 hang on protein skimmer
Sat 06 Oct 2018, 10:56 by Adminjava

» cara mengatasi coral yg lg stress
Sat 06 Oct 2018, 06:59 by wolfwest

» Tank Qoezoet2 - TOTY-IFC2018 - BOGOR
Tue 02 Oct 2018, 22:52 by rhieyant

» Tank Qoezoet - TOTY-IFC2018 - BOGOR
Tue 02 Oct 2018, 17:34 by rhieyant

» Jebao RW - 20 wavemaker
Mon 01 Oct 2018, 09:39 by Adminjava

» Onde mande tank, TOTY-IFC2018
Sun 30 Sep 2018, 18:05 by Denny Padank

» Recovery Tank from Newbe - TOTY 2018 Jaksel
Sun 30 Sep 2018, 15:31 by Kurniawantd

» Ready stock Jebao wavemaker sw4, sw8, sw15, Rw20
Sun 30 Sep 2018, 10:07 by Adminjava

» TOTY IFC 2018 - Ciamis
Sat 29 Sep 2018, 23:56 by Dianto Febiana

» DuplaEzze Calanus Powder Finmarchicus
Sat 29 Sep 2018, 09:17 by Adminjava

Top posters
Anaknemo (771)
 
Admin (635)
 
Batavia_Aquatic (578)
 
indra nyimak (353)
 
erms (302)
 
rheinhard (296)
 
syedjilani (276)
 
Giest (273)
 
rully chank (183)
 
Barista7105 (183)
 

Prinsip dan Keuntungan dalam Hidroponik

Go down

default Prinsip dan Keuntungan dalam Hidroponik

Post by Hidroponik on Tue 27 Sep 2016, 09:41

Pengertian Hidroponik

Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani yakni hydro (air) dan ponos (daya).

Selain itu hidroponik dikenal pula sebagai soilless culture yang memiliki arti pemudidayaan tanaman tanpa tanah.
Singkatnya hidroponik adalah sebuah metode pemudidayaan tanaman yang memanfaatkan air, dan menghilangkan unsur tanah sebagai media tanam.

Ini bisa diterapkan, karena teknik ini cukup mampu memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tanaman, yakni melalui pengaliran unsur air yang maksimal, sementara sebagai pengganti tanahnya Anda dapat memanfaatkan beberapa pilihan berikut seperti: pecahan batu, pasir, batu apung, serabut kelapa, potongan kayu, dan beberapa alternatif yang bisa menyerap kadar air.

Namun demikian, meskipun metode hidroponik lebih menekankan pada pemberian air yang maksimal, itu bukan berarti bahwa budidaya tanaman ini harus menggunakan air yang banyak.

Hidroponik Anda tetap dapat berkembang walau di tempatkan di lingkungan rendah air. Anda cukup menyesuaikan cara pengairannya agar proses pengairan dapat maksimal. Hebat bukan?

Karena kelebihan di atas, metode ini banyak digunakan dan dihandalkan oleh berbagai negara, seperti: Jepang, Jerman, Belanda, Inggris, Indonesia, dan negara-negara lainnya.

Di Indonesia sendiri, tanaman yang sering dibudidayakan dengan teknik hidroponik adalah tanaman-tanaman yang memiliki nilai jual tinggi, di antaranya adalah: paprika, tomat, timun terong jepang, melon, dan selada.

Meskipun demikian, masih banyak masyarakat negara Indonesia yang belum mengenal metode ini, sehingga peluang usaha untuk bidang ini masih sangat terbuka, apalagi jika dilihat dari negara-negara lain, seperti: Jerman, Jepang, Belanda dan Inggris yang saat ini semakin giat berinovasi dalam perkembangan teknik ini.

Dengan menggunakan metode hidroponik, semua petani mampu memaksimalkan kualitas serta produksi panen. Agar menghasilkan hasil tanaman yang bagus serta banyak, para petani wajib mementingkan faktor yang menentukan kualitas dari tanaman, yang salah satunya ialah pengaruh udara pada tempat penanaman.

Hidroponik merupakan suatu solusi untuk mendapatkan sayuran dan buah dilahan kecil. Teknik hidroponik sangat bagus sekali dengan iklim negara ini. Bercocok tanam dengan metode hidroponik sangat pas sekali untuk tanah yang kurang subur, sehingga memungkinkan untuk memperoleh panen yang sangat bagus. Untuk bercocok tanam dengan hidroponik ini dapat dimulai dari kesenangan. Sebab dengan ditekuni dari kebiasaani, akan menjadi penghasilan yang sangat memiliki potensi baik untuk difungsikan usaha.

Tumbuhan yang menerapkan cara hidroponik mampu dibudidayakan pada wadah dengan menggunakan air atau campuran lain berupa batu kecil, pecahan genteng pasir, serbuk batu ambang dan lain sebagainya sebagai wadah penanaman. Baiknya anda ketahui faidah menerapkan wadah ini cukuplah banyak seperti ini :

Tumbuhan lebih kuat terhadap hama.
Hasil tanaman lebih jauh banyak.
Tanaman lebih cepat tumbuh dan berproduksi.
Pemupukan yang diterapkan lebih baik dan efesien.
Tumbuhan memberikan produksi yang kontinu.
Lebih mudah dalam perawatan serta juga tanpa membutuhkan energi lebih besar.
Dapat diterapkan di tempat yang kurang lebar serta terbatas.
Tumbuhan dapat tumbuh dengan baik walaupun tidak semestinya ditanam.

Keuntungan tersebut menjadikan hasil yang sangat menguntungkan bagi para petani,sehingga para petani tidak akan mendapatkan kerugian yang besar dalam hasil tanaman. Namun, Inilah macam-macam tumbuhan yang biasa diletakan pada wadah hidroponik.

Sayuran: selada, tomat wortel cabai, bawang merah, bawang daun dan sebagaimya.
Buah-buahan: melon, mentimun, paprika dan lain-lainnya.
Tanaman hias: gerberra, angrek, kaktus dan lain-lainnya.

Jika anda telah mengetahu tanaman yang baik difungsikan di media ini, para pecinta hidroponik dapat langsung menerapkan penanaman dengan wadah hidroponik ini.


Prinsip Hidroponik

Hidroponik berawal dari kata Yunani yaitu hydro yang memiliki arti air dan ponos yang artinya adalah daya. Hidroponik pula dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang menggunakan air dan tidak memanfaatkan tanah sebagai media tanam atau soilless.

1. Cahaya Matahari

Sama seperti tanaman yang tumbuh dikebun atau media tanah, tanaman hidroponik membutuhkan pencahayaan 8-10 jam sinar matahari untuk setiap harinya, supaya menghasilkan pertumbuhan tanaman yang sempurna. Bisa juga memakai lampu yang berintensitas tinggi sejenis lampu LED bertekanan tinggi yang bisa dimanfaatkan jika tidak ada cahaya matahari.

2. Udara (Oksigen dan Karbon Dioksida)

Dissolved Oxygen atau oksigen terlarut dalam air seharusnya berada dikisaran diatas6 ppm. Monitor ukuran oksigen telah larut dengan memakai Dissolved Oxygen meter. Kita bisa menggunakan pompa udara dan airstone (batu berpori lembut) yang pada umumnyadipakai didalam akuarium untuk membikin sirkulasi udara dalam air menjadi lebih baik. Selain Oksigen, tanaman juga membutuhkan karbon dioksida yang cukuptepat untuk dapat berfotosintesis secara optimal.

3. Air
Tidak semua tipe air bisa dipakai didalam budidaya tanaman semacam hidroponik. Air yang disaring menggunakan Reserve Osmosis (OS) adalah sumber paling tepat di 15-60 EC atau air yang jernih. Air berkadar EC yang rendah PHatau mendekati 0, merupakan air terbaik untuk pelarut atau pencampur nutrisi bagi tanaman hidroponik. Anda bisa mentakar kadar EC air menggunakan alat TDS / EC Meter.

4. pH Level

pH merupakan bagian dari Hidrogen yang terdapat didalam air. pH Nutrisi merupakan salah satu poin yang sangat penting dalam bertanam hidroponik. Apabila pH nutrisi menjauh dari kisaran optimum, nutrisi tersebut akan menjadi hilang bagi buah-buahan. Kadar pH terbaik untuk setiap jenis tumbuhan berbeda, tidak sama antara satu jenis tanaman dengan jenis yang lain. Namun rentang yang sesuai untuk kebanyakan sayuran hidroponik adalah 5.5-6.5.

5. Suhu Udara

Suhu udara memegang fungsi pokok terhadap proses tumbuhnya tanaman. Ada beberapa macam tumbuhan yang mampu berkembang dengan maksimal di lokasi beriklim dingin, namun ada pula tanaman yang tidak mampu tumbuh di lokasi cuaca dingin maupun kebalikannya. Untuk sayuran bersuhu dingin, akan bisa tumbuh dengan baik di suhu 16-28 derajat celcius. Sedangkan bagi sayuran bersuhu panas, akan mampu tumbuh maksimal di suhu 20-32 derajat celcius.

6. Nutrisi

Sayuran hidroponik juga butuh nutrisi kompleks layaknya tumbuhan yang dibudidaya dikebun, yaitu 6 unsur nutrisi makro + tiga belas unsur nutrisi mikro. Apabila ingin memperoleh panen tanaman atau buah yang baik, maka harus memilih nutrisi hidroponik yang baik. Lakukan pergantian isi penampungan nutrisi antara dua belas hingga 14 hari dengan nutrisi baru. Agar tumbuhan dapat tumbuh sehat dan fresh. Sesuaikan juga nilai ppm nutrisi dan sesuaikan dengan kebutuhan tanaman yang kita budidayakan.


Keuntungan Hidroponik

Kelebihan Hidroponik dibanding Pertanian Biasa

Kala dihadapkan dengan permasalahan yang dihadapi di dunia berkenaan dengan komoditas pangan, bertanam menggunakan teknik hidroponik bisa menjadi solusi yang cukup menjanjikan.

Di negara-negara miskin yang mana tanah dan iklim tidak bersahabat terhadap perkebunan, hidroponik menawarkan cara untuk mengoptimalkan tanaman pangan dengan mudah. 

Selain itu, di area dimana tanah telah kekurangan nutrisi atau tanahnya sudah tidak subur, hidroponik dapat menjadi alternatif ideal untuk bercocok tanam.

Jika Anda sudah pernah melakukan cocok tanam dengan menggunakan teknik hidroponik, Anda tentu sudah merasakan berbagai keuntungan dari sistem hidoponik. Adapun kelebihan menggunakan teknik hidroponik antara lain:

- Tidak memerlukan media tanah, hal ini tentu saja karena teknik hidroponik tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Hal tersebut juga membuat tempat bercocok tanam Anda menjadi semakin higienis, karena tidak menyentuh tanah sama sekali.

Bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik amat sesuai untuk dilakukan di area yang keadaan tanahnya tandus dan gersang. Meski kondisi tanah daerah Anda kering dan tandus, Anda tetap dapat melakukan budidaya pertanian atau perkebunan misalnya jenis sayuran dan buah-buahan.

- Perkembangan tanaman menjadi lebih cepat daripada tanaman biasa, sebab nutrisi yang dibutuhkan lebih cepat terserap sebab berwujud cair.

- Lebih efisien dalam penggunaan air, jadi Anda tidak harus menyiram tanaman sebagaimana Anda melakukan bercocok tanam di media tanah.
Tanaman hidroponik akan lebih menghemat penggunaan air. Meski dinamakan hidroponik, akan tetapi sebenarnya dengan metode ini malah akan menekan penggunaan air sebab air yang habis tidak akan terbuang percuma, melainkan akan diserap oleh tanaman. Beda halnya dengan tanaman yang tumbuh di tanah, meskipun disiram dengan air yang banyak, maka air akan hilang merembes lagi ke dalam tanah.

- Cukup dibutuhkan usaha yang sedikit, dengan menggunakan metode hidroponik Anda tidak butuh menyewa banyak orang dalam pengolahan lahan, melakukan penanaman dan memanen.

- Mudah ketika proses memanen hasil produksi.

- Hasil panen dengan cara hidroponik lebih melimpah. Dengan tehnik hidroponik, maka hasilnya bisa lebih banyak jika dibandingkan dengan menggunakan metode konvensional atau dengan media tanah, jika dengan kondisi luas yang sama.

- Bertanam dengan cara hidroponik menjadi alternatif yang menjanjikan, terutama karena semakin sempitnya lahan tanam yang tersedia dari waktu ke waktu. Pemakaian lahan lebih efisien, tentu saja ini karena Anda tidak perlu lahan yang luas.

Untuk Anda yang berada di lingkungan kota tentunya mempunyai lahan yang begitu sempit. Maka kalau berniat menanam berbagai macam tanaman seperti sayur atau buah, Anda dapat menggunakan sistem hidroponik ini. Anda dapat menggunakan sedikit tempat atau pekarangan rumah Anda untuk membudidayakan tanaman, dan sistem yang bisa Anda terapkan ialah menggunakan metode hidroponik verticulture yakni menanam dengan model vertikal.

Dalam teknik hidroponik, tanaman dapat ditanam berdekatan. Maka dengan luas tempat yang sama, metode hidroponik bisa menanam hingga lebih banyak dibandingkan dengan metode bertanam konvensional.

- Steril, sayur atau buah yang Anda produksi akan lebih terjaga kebersihannya jika dibanding yang ditanam di area persawahan.

- Gampang dalam penanganan penyakit dan hama menjadikan kecil peluang terkena penyakit dan hama.

- Tidak bergantung dengan cuaca. 

- Penggunaan pupuk bisa efisien dan hemat.

- Kuantitas serta kualitas produk lebih tinggi serta lebih bersih. Dengan menggunakan sistem hidroponik maka akan diperoleh kualitas tanaman lebih unggul daripada tanaman yang ditanam secara biasa. Karena tidak memakai pestisida maka tanaman yang dihasilkan menjadi lebih sehat dan dapat meminimalkan pencemaran tanah. 
Jika Anda amati, ketika proses bertanam pada media tanah, saat pestisida disebar, maka lama-lama bisa menghancurkan unsur hara pada tanah serta pencemaran zat kimia akan terjadi. Berbeda jika menggunakan sistem hidroponik ini karena tidak memakai tanah. Jadi meski terdapat unsur kimia tidak akan merusak tanah karena unsur kimia ini akan langsung diserap oleh tanaman. Adapun unsur hara juga kadar pH lebih gampang untuk diteliti.

- Penerapan metode hidroponik dapat dikerjakan oleh siapa saja. Serta bahan yang dibutuhkan juga relatif lebih gampang, karena alat atau bahannya dapat ditemukan dengan gampang contohnya botol yang tidak terpakai, wadah, gelas plastik, gunting, cutter dan pisau.

Tempat dan Peralatan

Jenis-jenis tempat hidroponik dapat kita gunakan untuk berkebun. Media tanam tersebut mempunyai manfaat untuk membantu peresapan untuk nutrisi oleh tanaman, dengan tujuan untuk memperkuat akar dari tumbuhan tersebut.

Tempat hidroponik adalah material atau media non tanah yang dipakai sebagai media tumbuh dan suburnya akar tanaman. Tempat tanam berfungsi sebagai pembantu agar tanaman dapat berdiri tegak dan tidak mudah roboh. Salah satu perbedaan yang jelas antara bercocok tanam konvensional dengan sistem hidroponik berada pada media tanam yang dipakai.

Secara konvensional, tempat yang lazim adalah tanah, namun pada sistem hidroponik memakai tempat bukan tanah. Beberapa jenis tempat tanam yang biasa digunakan di sistem hidroponik antara lain; Sekam Bakar atau Arang Sekam, Expanded Clay, Spons, Cocopeat, Rockwool, Perlite, Pumice, Vermiculite, atau Akar Pakis.

Cara Membuat Media Tanam Hidroponik Simpel 1
a). Langkah pertama dengan menyiapkan terlebih dahulu alat­alat yang digunakan, Anda dapat menggunakan bahan bekas seperti:

Botol plastik air mineral yang sudah tidak dipakai
Gelas plastik bekas air mineral
Tabung plastik bekas minyak sayur
Kain untuk sumbu (kain panel)
Nutrisi hidroponik
Tempat tanam 

Tahap ke­2 cara membuat media tanam hidroponik sederhana.

Potong botol dalam dua bagian atas dan bawah
Lubangi botol sisi atas di bagian leher botol buat pemasangan sumbu dan aliran udara
Kenakan sumbu ke bawah botol
Kemudian masukkan bagian atas botol ke daerah bawah botol dengan model dibalik
Masukkan daerah atas botol dengan tempat tanam yang sudah disiapkan, fungsi media ini hanya untuk pijakan akar agar tidak jatuh
Tanam bibit atau sebarkan 2 hingga 3 biji bibit tanaman ke dalam media tanam
Siram dengan memakai larutan nutrisi hidroponik

Langkah akhir simpan di tempat yang tidak terkena hujan namun masih bisa mendapatkan pencahayaan dari sinar matahari.

Alat hidroponik sangat diperlukan untuk menanam tanaman hidroponik terlebih lagi untuk kalangan menengah. Harga peralatan hidroponik juga murah. Seperti yang Anda ketahui bahwa menanam dengan cara hidroponik merupakan pembudidayaan tanaman dengan menggunakan air yang kaya nutrisi tanpa menggunakan tanah.

Dengan menggunakan metode hidroponik, kebutuhan air pada tanaman akan lebih sedikit dari pada keperluan air pada budidaya air dengan menggunakan tanah. Sehingga cara hidroponik cocok diaplikasikan di tempat yang sumber tanah yang sedikit.

Alat yang dipakai untuk menanam hidroponik adalah benih, rockwool, netpot, kain panel, bak, steorofom. Ketujuh peralatan ini mesti dipenuhi agar tanaman hidroponik yang anda lakukan berjalan dengan baik.

Ada banyak kelebihan yang disajikan untuk melestarikan tanamanan dengan sistem hidroponik. Alasan utama ialah dalam menamam hidropnik tidak perlu memerlukan tempat atau pekarangan yang luas.

Dan hal semacam ini sangat pas diterapka untuk para ibu rumah tangga. Dimana mereka bisa memaksimalkan arera atau pekarangan rumahnya untuk membudidayakan tanaman dengan menggunakan sistem hidroponik.

berikut ini beberapa keutamaan dan alasan untuk menguatkan motivasi anda belajar menanam tanaman dengan cara hidroponik, antara lain: 

Bertanam hidroponik terbukti hemat dibandingkan dengan menanam konvensional di atas tanah karena tidak perlu menyiramkan air tiap hari karena cairan nutrisi/media larutan mineral yang dipergunakan sudah tertampung di dalam ember yang dipakai, sehingga kita tinggal melakukan pengamtatan saja.
Bertanam hidroponik dapat memaksimalkan ruangan yang terbatas sebab tidak memerlukan lahan yang banyak, bahkan media tanaman bisa dibuat dengan cara anak tangga.
Bercocok tanam hidroponik terbukti ramah lingkungan sebab tidak menggunakan cairan kimia atau obat hama yang bisa mengkontaminasi tanah, menggunakan air hanya 1/20 dari tanaman biasa, dan mengurangi CO2 karena tidak perlu menggunakan kendaraan atau mesin.
Tanaman hidroponik tidak merusak tanah sebab tidak memakai media tanah serta juga tidak memerlukan tempat yang lebar.
Hasil tanaman hidroponik dapat dimakan secara keseluruhan termasuk akar karena terhindar dari kotoran dan hama.
Bisa mengecek akar tanaman dengan jelas secara periodik untuk mengontrol pertumbuhannya


Pengendalian Hama

Hama sebenarnya hewan kecil yang lagi mencari makan untuk keberlangsungan hidupnya. Tetapi adanyawereng yang sering memakan dedaunan dan menjadikan wereng termasuk organisme yang dimusuhi oleh tukang kebun. untuk jenis tanaman hidroponik, bukan berarti tanaman hidroponik bebas dari serangan hama, tetap saja ada wereng yang mengancam pertumbuhan tanaman.

Sebagai tukang kebun tanaman hidroponik, pastinya wajib mengetahui hama apa saja yang bisa mengancam keberlangsungan hidup tanaman. Pemilik, Anda, Tukang kebun harus tahu apa saja jenis wereng, dan nantinya petani harus mengetahui tahapan cara menghilangkan hama. Di bawah ini, kami akan menjelaskan beberapa jenis hama tanaman hidroponik yang harus petani ketahui.

1. Ulat
Hama ulat ini sebenarnya sudah begitu tersohor di kalangan petani. Karena popularitas ulat ini sendiri sudah tidak perlu diragukan lagi, bahkan menjadi lawan bebuyutan untuk para petani. Begitu juga termasuk pada tukang kebun yang tanamannya seringkali diserang oleh wereng ulat. Salah satu macam ulat yang seringkali mengganggu tanaman cabai yaitu ulat grayak/spodoptera litura.

Ulat macam ini mampu memakan daun sampai benar-benar habis dalam waktu yang singkat, sehingga dapat menyebabkan kemampuan fotosintetis dari tanaman cabai menjadi tidak stabil. Pada serangan yang sangat massif bisa menjadikan ulat grayak ini memakan habis seluruh bagian daun, bahkan hanya sedikit menyisakan tulang-tulang daunnya saja.

2. Semut
Semut adalah hama utama di perkotaan dan pertanian, yang dapat merusak tanaman dan mengancam daerah tempat tinggal baik di luar maupun di dalam ruangan.


Menurut beberapa pendidikan hidroponik dan jasa hidroponik di beberapa lokasi di Jawa Barat maupun di luar Jawa Barat, terdapat beberapa halangan yang dihadapi para petani secara global.

Kendala-kendala berkebun hidroponik tersebut mungkin juga sedang kamu hadapi. Mari kita rangkum satu demi satu berikut pemecahannya.

Kendala Berkebun Hidroponik dan Pemecahannya

Hambatan berkebun hidroponik yang kami sampaikan di sini berupa kendala umum yang sesungguhnya bisa saja dicegah dengan mudah. Beberapa kendala tersebut, antara lain:

- Dana berkebun hidroponik terbilang mahal|
- Keterbatasan lahan dan ruang
- Tips dan perawatan yang sulit
- Sulitnya mendapatkan persediaan alat dan bahan
Kami batasi masalah umum tersebut pada 4 kendala yang umum dilontarkan peserta pelatihan hidroponik yang telah kami selenggarakan. Sekarang mari kita telaah dengan saksama, benarkah kendala itu demikian adanya?

Hidroponik itu Mudah dan Mudah

Investasi awal untuk bertani hidroponik skala rumahan sesungguhnya tak mahal, karena bertani hidroponik dapat memanfaatkan alat-alat bekas yang banyak tersedia habitat sekitar rumah. Menjadi tampak mahal karena ada perbandingan yang tak sesuai, para petani pemula mencocokkan kinerja mereka dengan ladang hidroponik skala industri, perbandingan tak sepadan bukan? Personal versus korporasi.

Bila pun benar para petani perintis itu hendak bertani skala industri makan penanaman modal mencapai ratusan juta yang wajib dikeluarkan, tetap saja jatuhnya jauh lebih irit.
Keterbatasan Lahan dan Ruang
berkebun hidroponik lainnya yang barangkali kerap dilontarkan adalah keterbatasan lahan. Tak jarang masyarakat perkotaan yang berpendapat di rumahnya tidak ada lahan yang bisa dijadikan kebun hidroponik.

Keterbatasan tempat sebenarnya bukan problem karena urban farming tidak kayak bertani di atas sehamparan tanah coklat. Anda dapat berkebun di dinding, pagar, atap rumah, atau ruang sempit lainnya. Tergantung kreatifitas sendiri-sendiri. Andai bingung mencari di mana titik atau tempat yang dapat dijadikan untuk berkebun ada nilai positifnya berkonsultasi dengan ahlinya. Kami telah menerima lebih dari satu konsultasi dari warga mengenai pemilihan bagian rumah mana yang tepat dijadikan kebun tanam.

Cara Menanam Hidroponik 

Berdasarkan sejumlah pelatihan hidroponik dan jasa hidroponik di sebagian wilayah di Jawa Barat atau di luar Jawa Barat, terdapat beberapa halangan yang dihadapi para petani secara global.

Kendala-kendala berkebun hidroponik tersebut berkemungkinan sedang kamu hadapi. Ayo kita urai satu demi satu berikut pemecahannya.

Hambatan Berkebun Hidroponik dan Solusi-solusinya

Kendala berkebun hidroponik yang akan kami sampaikan di sini merupakan masalah global yang sebenarnya bisa saja dikendalikan dengan mudah. Beberapa kendala tersebut, antara lain:

- Biaya berkebun hidroponik terbilang mahal|
- Keterbatasan lahan dan tempat
- Tips dan perawatan yang sulit
- Sulitnya mendapatkan persediaan alat dan bahan
Kami batasi kendala umum tersebut dengan 4 kendala yang umum dilontarkan para kontestan pelatihan hidroponik yang telah kami selenggarakan. Sekarang mari kita telaah dengan saksama, benarkah hambatan tersebut demikian adanya?

Hidroponik itu Murah dan Murah

Pendanaan awal untuk berkebun hidroponik skala rumahan sebenarnya tidak mahal, karena bertani hidroponik bias menggunakan alat-alat bekas yang banyak tersedia di lingkungan sekitar rumah. Menjadi terlihat mahal karena adanya perbedaan yang tidak cocok, petani perintis membandingkan kemampuan mereka dengan kebun hidroponik skala industri, perbandingan tak sepadan bukan? Personal melawan Korporasi.

Bila pun benar para petani pemula itu hendak bertani skala industri makan penanaman modal mencapai ratusan juta yang wajib dikeluarkan, sama saja jatuhnya jauh lebih irit.
Keterbatasan Lahan dan Ruang
masalah berkebun hidroponik lainnya yang barangkali sering dilontarkan ialah soal keterbatasan tempat. Banyak warga megapolitan yang mengatakan di rumahnya tidak ada lahan yang mungkin dijadikan kebun.

sempitnya lahan sebenarnya bukanlah problem sebab urban farming tidak seperti bertani di atas sehamparan tanah coklat. Anda dapat berkebun di dinding, pagar, atap, atau ruang kecil lainnya. Tergantung kreatifitas sendiri-sendiri. Bila kebingungan mencari di mana titik atau tempat yang bisa dijadikan untuk bertanam ada baiknya meminta pendapat dengan ahlinya. Kami telah menerima banyak konsultasi dari warga mengenai cara memilih bagian rumah mana yang sesuai dijadikan kebun.

Vitamin Hidroponik

Tanaman hidroponik memerlukan pupuk alias nutrisi tersendiri sebagai sumber unsur hara untuk perkembangan dan pertumbuhan tanaman yang ditanam dengan menggunakan cara hidroponik dimana bukan tanah yang diperuntukkan sebagai sarana menanam.
Nutrisi untuk tanaman Hidroponik ini memiliki kandungan seluruh zat hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan baik berbentuk hara makro N, P, K, Mg, Ca dan S ataupun hara mikro B, Fe, Zn, Mn, Cu serta Mo. Sedangkan C, H dan O didapat dari udara serta air.

Vitamin tumbuhan Hidroponik ini diformulasi dengan teknik tertentu sesuai dengan jenis tanaman semacam tanaman Tomat, Melon, Paprika, Sayur Dedaunan (Selada, Pakcoy, Caisim, Bayam, Horenzo, dsb) , Strawberry, Bunga Mawar, Bunga Krisan serta semacamnya.

Komposisi memakai garam mineral yang bisa larut di dalam larutan air dengan metode sempurna menjadi tak menyebabkan drip pengair tetes jadi tersumbat. Dimasukkan ke dalam kantong berbentuk plastik sehingga mudah dalam perihal transportasi. Satu set nutrisi hidroponik terdiri dari dua tahapan yakni Bagian A untuk membikin Cairan Stok A dan Bagian B untuk menjadikan Larutan Stok B. Pada Bagian A terkandung Calcium serta di dalam Bagian B yang mengandung Phosphate serta Sulfate. Dalam keadaan pekat (yang berupa larutan Stok) Kalsium tak boleh dicampur dengan Phosphate alias Sulphate, oleh karena itulah ada Bagian A serta Bagian B.

Vitamin atau nutrisi hidroponik tersebut merupakan pupuk hidroponik terlengkap yang mengadung semua kandungan hara makro serta hara mikro yang dibutuhkan oleh tumbuhan hidroponik. Pupuk itu kemudian diformulasi menggunakan cara-cara khusus berdasarkan dengan tipe-tipe serta tahap pertumbuhan tanaman. Nutrisi hidroponik ada untuk beberapa jenis tanaman semacam buah paprika atau cabai, tomat, melon, mentimun, terong, selada, bunga anggrek, mawar, krisan, anturium serta tanaman yang lain-lain.
Satu set nutrisi hidroponik terdiri dari dua kantong yaitu kantong A dan kantong B. Adapun kandungannya terdiri dari 9.90% NO3, 0.48% NH4, 4.83% P2O5, 16.50% K2O, 2.83% MgO,11.48% CaO, 3.81% SO3, 0.013% B, 0.025% Mn, 0.015% Zn, 0.002% Cu, 0.003% Mo serta 0.037% Fe, alias tergantung berdasarkan tipe tumbuhannya, setiap tanaman memiliki perhitungan kandungan yang tak sama.
Cara Pembuatan Vitamin Hidroponik

Bahan-Bahan yang diperlukan:

· Urea 1 Kilogram.
· Pupuk KCL 1000 gram.
· Pupuk NPK 1 Kg.
· Pupuk Growmore 50 gr.

Peralatan yang diperlukan:

· Siapkan Ember berkapasitas 20 Liter.
· Sediakan Drum plastik bervolume 100 L
· Sediakan Timbangan digital
· Siapkan Sekop
· Siapkan Air sumur

Proses Pembuatan Larutan Vitamin Hidroponik:

Proses pertama masukkan seluruh bahan yang sudah ditimbang ke dalam tempat bervolume 20 liter. Kemudian Masukan air sungai sebanyak 20 ltr ke dalam ember tersebut sedikit demi sedikit sembari diaduk rata. Teruskan mengaduk sampai air mencapai volume 20 L dan tak tersisa lagi pupuk yang dalam keadaan mengkristal. Selanjutnya Masukan larutan pekatan tersebut ke dalam bak penampungan bervolume 100 L. Terakhir kucurkan air bersih ke dalam bak penampungan sambil diaduk rata sampai penuh. Dan sekarang, Larutan Nutrisi siap digunakan.

Kangkung Hidroponik

Menanam tanaman dengan cara hidroponik memakai perkakas dan perlengkapan yang lengkap umumnya akan memerlukan biaya awal yang banyak. Tapi, apabila untuk sekedar hobi atau menyalurkan kegemaran bercocok tanam, maka peralatan serta bahan dapat diakali dengan memakai bahan yang terjangkau, sederhana dan terdapat di lingkungan. Berikut ini cara membuat wadah tanam hidroponik sederhana dengan memanfaatkan botol air bekas. Untuk tanaman uji yang digunakan ialah bibit kangkung darat.

Peralatan dan bahan yang digunakan:

-Botol bekas air minum
-Gunting
-Gelas plastic bekas ukuran kecil
-Arang sekam
-Bibit kangkung darat
-Solder atau paku
-Nutrisi untuk hidroponik

Cara Membuat Model Botol Rebah

Model ini, botol diposisikan seperti pipa horizontal. Hitung-hitung sambil belajar jika tertarik untuk berkebun hidroponik memakai pipa pralon atau PVC yang berukuran panjang. Bentuk ini termasuk rakit apung tanpa memakai sumbu.

Gelas kecil yang telah disiapkan diberi lubang merata pada bagian bawah dan samping secara memutar. Gelas bekas ini nantinya dipakai untuk wadah arang sekam dan tempat penanaman bibit kangkung darat.

Botol plastic dalam keadaan rebah mendatar dan bagian atasnya dibuat dua buah lubang yang cukup besar agar bisa memasukkan gelas plastic yang tadi. Jika digunakan botol dengan ukuran yang lebih besar dan panjang dapat diperbanyak jumlah lubang tersebut. Botol kemasan ini nantinya berguna untuk media larutan nutrisi hidroponik. 

Jangan lupa untuk membuat lubang menggunakan solder atau paku yang sudah dipanaskan pada beberapa bagian botol agar tercipta pergantian udara.

Bibit tanaman kangkung yang sebelumnya telah disemai, diangkat dan setelah itumedia tanam dibersihkan menggunakan air bersih. Berikutnya akar tanaman kangkung dimasukkan ke dalam gelas minuman plastic dengan posisi sebagian akar dikeluarkan lewat lubang pada bagian bawah, agar nanti langsung menyentuh larutan nutrisi. Selanjutnya Sekam bakar dimasukan kedalam gelas kemasan hingga kangkung bisa berdiri dengan tegak. Kemudian Siram dengan air.

Tanaman Kangkung ( Ipomoea aquatica Forsk ) merupakan tanaman air, namun juga dapat di tanam di tanah kering seperti di halaman rumah atau juga secara hidroponik. Tanaman ini adalah salah satu jenis tanaman sayuran yang dapat di konsumsi. Tanaman ini sangat gampang di pasarkan serta banyak ditemui di seluruh Asia.


Berikutmerupakan cara membudidayakan kangkung dengan cara hidroponik. Karena dengan tata cara ini budidaya tanaman kangkung gampang untuk dilaksanakan di rumah dan juga tidak membutuhkan lahan yang cukup luas.

Cara Membuat tanaman Kangkung Hidroponik

Berikut adalah cara membuat kangkung dengan cara hidroponik :
1. Membuat lubang pada bagian bawah pot yang digunakan. Pembuatan lubang ini dengan bantuan alat pemanas solder atau besi yang sudah di panaskan.
2. Kemudian menyiapkan floral foam ( gabus atau sekam ) dan lakukan pengecilan dengan membuat segi empat dengan ukuran 3 x 3 x 3 cm dengan ketebalan 3 cm. Kemudian buat lah lubang kubus tersebut dengan bantuan pipet atau sedotan.
3. Lakukan perendaman gabus atau floral foam dengan mengunakan air, selama 15-20 menit.
4. Lalu masukan bibit tanaman kangkung hidroponik kedalam lubang yang telah disediakan dalam kubus. Kemudian masukan kubus tersebut ke dalam media pot atau lainnya sampai dasar pot.

Cara memelihara Tanaman

Dalam perawatan memakai media ini sebaiknya perhatikan kualitas dan tingkat kelembapan pada media tersebut. Hal ini bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan maksimal. Selanjutnya pengontrolan tanaman dari hama serta penyakit yang menyerang.

pemberian air sebaiknya di lakukan juga sekadarnya untuk menjaga kualitas pada tanaman, selain itu cahaya matahari sangat diperlukan dalam tanaman minimal 4-5 jam per hari. setelah itu berikan pupuk harus di lakukan dengan cara teratur untuk menyuburkan atau mempercepat dalam pemanenan tanaman kangkung.

Pemanen Tanaman

Jika bahan sudah disiapkan , maka sebelum waktu panen selang lima hari lakukan pemerian dengan cara bertahap yaitu menggunakan pemberian 1 sendok NPK baik yang sudah dilarutkan ataupun tidak. Kemudian diamkan selama 10-12 hari, kemudian lanjutkan dengan memberikan 1 takaran sendok pupuk gandasil ke dalam media tanam dan juga bersamaan dengan 1 takaran greentonik.

Panen tanaman kangkung tidak membutuhkan waktu yang lama, yaitu hanya 2 hingga 3 bulan setalah penanaman bahkan bisa kurang dari itu tergantung cara perawatan dan pengelolaan tanaman. Panen di lakukan menggunakan cara mengangkat media dan menumpahkanya atau langsung dicabut, lakukan dengan hati-hati agar tanaman tidak cepat rusak dan layu.

Cabe Hidroponik

Cabai hampir jadi kebutuhan utama untuk orang-orang, apalagi di Indonesia. Karena cabe ini merupakan rempah-rempah bahan utama dari saus sambal. Dimana saus sambal ini merupakan teman dari hampir seluruh masakan Indonesia. Selain sebagai sambal, cabai itu sendiri menjadi rempah-rempah langsung dari berbagai jenis makanan di Nusantara.

Tanaman cabai bukan merupakan tanaman yang sukar ditanam. Dengan artian tanaman cabai gampang merawatnya dan menanamnya. Tumbuhan cabai bisa tumbuh di banyak jenis tanah dan suhu udara. Tanaman cabe tak begitu memilih di media tanam & daerah tanamnya.

Umumnya, tanaman lombok yang biasa kita dapatkan dari tukang sayur ataupun dari pasar adalah produksi dari pertanian. Cabai ditanam secara masal di lahan yang luas.

Walaupun begitu, untuk memperoleh cabe, Anda tidak wajib mempunyai ladang yang luas dan bertani dengannya. Akan tetapi Anda bisa menanam cabai di bermacam-macam media yang lebih sederhana seperti tanah di halaman rumah, di polybag atau di pot.

Karena tumbuhan cabe ini kecil kita dapat menanamnya di pot atau polybag. di samping itu kita tak memerlukan tanah yang banyak dalam pot atau polybag tersebut.

Pilihan lain dari media tumbuhan tanah untuk tanaman lombok adalah hidroponik. Dengan memakai media tanam hidroponik, menanam lombok jadi lebih simpel dan tak merepotkan. Di samping itu kita bisa membuat beberapa modifikasi seperti halnya membuat pipa paralon bersusun untuk ganti potnya. Hal ini akan sangat menghemat media tanam sehingga menciptakan efisiensi. Jadinya kita dapat menanam lebih banyak tumbuhan lombok di tempat yang sama.


Tomat Hidroponik

Tomat (Solanum lycopersicum syn; Lycopersicum esculentum) merupakan tumbuhan yang berasal dari keluarga Solanaceae, tumbuhan ini merupakan tanaman yang lahir di Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru.

Tomat merupakan tumbuhan yang memiliki siklus hidup yang lumayan singkat, tomat mampu tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tanaman ini memiliki buah berawarna hijau ketika masih muda, kuning, serta merah. Ibu rumah tangga biasa memanfaatkannya sebagai bumbu pendukung dalam setiap masakannya atau bisa juga dimakan secara langsung tanpa diolah. Tomat mempunyai batang dan daun yang tidak bisa dimakan karena masih satu famili dengan kentang dan Terung yang mempunyai kandungan Alkaloid.
Sejarah

Berdasarkan tulisan Andrew F. Smith "The Tomato in America", tomat dimungkinkan berasal dari daratan tinggi pantai barat Amerika Selatan. Setelah Spanyol menduduki Amerika Selatan, mereka menyebarkan tanaman tomat ke kelompok-kelompok mereka di Karibia. Spanyol juga kemudian membawa tomat ke Filipina, yang menjadi aasl mula penyebaran ke wilayah lainnya di hampir seluruh plosok benua Asia. Spanyol juga membawa tomat ke Eropa. Tanaman ini tumbuh dengan subur di daerah beriklim subtropis seperti di Mediterania.

Macam-macam tomat
Ada banyak kultivar tomat yang bisa dibudidayakan dan diperdagangkan. Pengelompokan biasanya didasarkan pada penampilan dan kegunaan buahnya.

Macam-macam tomat Berdasarkan warna
Berdasarkan warnanya buah tomat dibagi menjadi 5, yaitu dimulai dari hijau saat masih muda dan ketika telah matang tomat akan berubah menjadi, kuning, jingga, merah, ungu (hitam), serta belang-belang.

Berdasarkan manfaatnya, tomat dapat dibedakan menjadi:

Tidak banyak orang Indonesia yang mengenal jenis-jenis tomat seperti tomat buah, tomat sayur, serta tomat lalapan. Berdasarkan manfaatnya, tomat dimasukkan klasifikasi buah dan sayuran, meskipun secara struktur, tomat merupakan buah.

Semakin majunya pengetahuan, saat ini tomat tidak hanya digunakan sebagai pelengkap makanan melainkan dikenal juga sebagai alat kecantikan. Manfaat tomat untuk kecantikan diantaranya adalah untuk mengecilkan pori-pori dan memutihkan kulit sebab tomat kaya dengan kandungan vitamin C.

Cara Menanam Tomat Hidroponik

Bercocok tanam tomat hidroponik relatif gampang serta murah. Satu diantara aspek yang sangat pokok ialah keseriusan untuk belajar dan mencoba.

Pada kesempatan kali ini kami ingin share cara bercocok tanam tomat hidroponik dengan mengfungsikan lahan sempit di rumah.

Pemilihan Benih Tomat

Langkah awal dalam menanam tanaman tomat hidroponik adalah pemilihan benih yang bagus. Salah satu tips memilih benih tomat yang baik ialah dengan berbelanja benih bermerk di kios pertanian disekitar kita atau via toko online.

Sebelum memesan benih tomat sebaiknya pastikan bibit yang kita pesan adalah benih yang berkualitas serta telah teruji kualitasnya dan lebih kebal terhadap penyakit yang menyerang.

Penyemaian Benih Tomat

Untuk menyemai benih atau biji tomat pakailah rockwool sebagai sarana tanam hidroponik sebab lebih gampang ketika dipindahkan.

Caranya:

Potong rockwool membentuk dadu kecil
Lalu rendam dalam air yang sudah mengandung nutrisi
Selanjutnya selipkan biji tomat kedalam rockwool, tiap rockwool diisi dengan satu biji tomat saja
Lalu simpan Rockwool di tempat yang teduh sampai beberapa waktu, jika telah berkecambah tempatkan di lokasi yang terkena sinar matahari.
Jika telah memiliki 4-6 helai daun sejati, tanaman tomat hidroponik sudah siap diletakkan ke tempat yang lebih besar.

Tanaman Hidroponik Tomat Dipindah ke dalam Botol Plastik atau Pot

Pindahkan benih tomat ke wadah Tempat bunga atau Botol Plastik dengan tujuan supaya benih bisa berkembang semakin cepat. Perhatikan akar tanaman biar jangan sampai terbenam seluruhnya, berikan jarak antara akar dan air vitamin biar akar bisa oksigen.

Nutrisi dan Pengembangan Tomat Hidroponik

Cara membesarkan tomat hidroponik dapat dilakukan berbagai macam, cara yang cukup sederhana dan enggak merepotkan adalah dengan menggunakan cara hidroponik sistem wick. Silahkan lihat gambar berikut ini, buatlah wadah yang menyesuaikan dengan sistim wick. 

Gunakan krikil atau hidroton pada media tanaman untuk membantu menopang tanaman hidroponik tomat. Sekiranya tumbuhan sudah bertambah besar dan tinggi pakai sulur yang mendukung tumbuhan tegak berdiri.
Menanam dengan sistem hidroponik semakin banyak penggemarnya. Hal semacam ini karena makin banyak praktisi – praktisi hidroponik yg mengadakan pelatihan dan memperkenalkan hidroponik pada orang-orang. 

Didukung juga oleh antusiasme penduduk utk belajar menanam tanpa ada media tanah ini. Diluar itu, juga dikarenakan perlengkapan serta peralatan hidroponik makin gampang diperoleh. Biarpun di Indonesia tetap tidak banyak petani hidroponik skala komersial, tetapi cara menanam dengan cara hidroponik berkembang cukup bagus. 

Hal ini ditandai dengan makin banyak penjual yg menyediakan perlengkapan hidroponik. Buat mendalami hidroponik sebetulnya tidaklah sukar, jika ada keinginan semuanya pasti bisa. Belajar hidroponik tidak mesti mengikuti kursus, kita dapat mempelajarinya sendiri dengan cara otodidak. 

Ada Banyak tutorial-tutorial hidroponik yang bisa dijadikan panduan, dapat berwujud buku maupun media on-line yg menghidangkan informasi-informasi tentang hidroponik. Pada artikel-artikel terdahulu saya telah membikin beberapa panduan perihal bercocok tanam dengan metode hidroponik. 

Salah satunya adalah berkenaan langkah menanam cabai hidroponik, cara menanam bawang merah hidroponik, cara menanam seledri hidroponik, metode menanam pakcoy hidroponik dan sistem hidroponik lainnya. 

Pada artikel kali ini pelajaran yang mau saya berikan ialah perihal "Sistem Menanam Tomat Hidroponik Metode NFT". NFT yaitu singkatan dari "Nutrient Film Technique" yang mempunyai arti "nutrisi mengalir tipis secara terus menerus". Berkebun itu menggembirakan apalagi berkebun hidroponik, lebih mengasyikan. Nah untuk lebih jelasnya, baca artikel ini sampai habis ya.

Sawi Hidroponik

Sawi Hijau Hidroponik (Brassica Juncea) adalah salah satu jenis sayuran yang cukup terkenal. Tanaman ini dikenal juga sebagai caisim, caisin, atau sawi bakso, tanaman sawi ini gampang dibudidayakan dan bisa dikonsumsi segar (biasanya dilayukan dengan air panas) atau dibuat menjadi makanan asinan.

Jenis sayuran ini gampang hidup di daerah rendah atau daerah yang tinggi. Sawi adalah Sayur-sayuran yang sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Karena selain banyak akan serat dan vitamin, tentunya juga bisa mencegah berabagai penyakit, seperti sayuran Sawi yang bernama latin Brassica Juncea ini termasuk ke dalam Family Curciferae. 

Sawi hijau merupakan salah satu sumber yang banyak anti-oksidan flavonoid, indoles, sulforaphane, karoten, lutein dan zeaxanthin. Indoles, terutama di-indolyl-metana (DIM) dan sulforaphane mempunyai manfaat nyata dalam melawan penyakit prostat, penyakit kanker usus, kanker payudara, dan kanker ovarium berdasarkan penghalangan tumbuhnya sel kanker, efek sitotoksik pada sel kanker.

Hidroponik
Egg Fish
Egg Fish

Posts : 3
Points : 767
Reputation : 0
Join date : 2016-09-26

Back to top Go down

Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum