Indofishlub social media group




Translator for this Forum
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
<Widget by DAW-XP
Latest topics
» Jenis nama ikan , coral , invertebrata dalam bahasa inggris-Indonesia
Yesterday at 16:45 by Admin

» TOTY IFC2018 - Tank Anak Tepi Sungai Mahakam
Wed 19 Sep 2018, 05:07 by Denn Rustanto

» Rossmont Mover M 7200
Tue 18 Sep 2018, 16:09 by Zelda

» Tank Qoezoet - TOTY-IFC2018 - BOGOR
Tue 18 Sep 2018, 13:45 by rhieyant

» TOTY IFC 2018- Hong lie pasuruan, baru mau mulai 80x80x40
Mon 17 Sep 2018, 18:16 by HongLie

» Tank belum jadi (Tank belajar..) :D _TOTY IFC-2018
Mon 17 Sep 2018, 17:11 by pitoyop

» How to Start Marine Tank - Part 1 : What You Need Before Starting
Sun 16 Sep 2018, 15:25 by Batavia_Aquatic

» TOTY IFC 2018 - Ciamis
Sun 16 Sep 2018, 09:54 by Dianto Febiana

» aquarium menjadi kolam ikan
Sat 15 Sep 2018, 12:09 by Tria Yuda Purnama

» DD Salt - H2Ocean Natural Reef Salt 23 kg
Fri 14 Sep 2018, 10:19 by Adminjava

» Cara Memelihara Polip Serta Cara menangani Penyakitnya
Thu 13 Sep 2018, 15:41 by pitoyop

» Base element & Trace element Dupla
Thu 13 Sep 2018, 10:35 by Adminjava

» Skimz sm 257 Protein skimmer kapasitas 3000 L
Thu 13 Sep 2018, 09:28 by Adminjava

» How To Start Marine Tank - Part 2 : Getting Started With Your Tank
Mon 10 Sep 2018, 12:40 by Batavia_Aquatic

» LPS Corals Encyclopedia - Acanthastrea Spp
Mon 10 Sep 2018, 11:30 by Batavia_Aquatic

» LPS Corals Encyclopedia - Barabattoia Spp
Mon 10 Sep 2018, 01:55 by simpson situngkir

» Cara melepaskan anemon?
Mon 10 Sep 2018, 01:52 by simpson situngkir

» ---Anthias Fish---
Mon 10 Sep 2018, 01:51 by Batavia_Aquatic

» Atlas of Fishes - Dragonets
Mon 10 Sep 2018, 01:50 by Batavia_Aquatic

» Atlas of Fishes - Cardinalfishes
Mon 10 Sep 2018, 01:15 by simpson situngkir

» Atlas of Fishes - Pufferfishes
Mon 10 Sep 2018, 01:09 by simpson situngkir

» Jual Akuarium dan perlengkapan
Fri 07 Sep 2018, 16:29 by nagal

» Reef Tank pertama dalam hidup ini TOTY-IFC-2018
Fri 07 Sep 2018, 15:27 by songhyoji

» Recovery Tank from Newbe - TOTY 2018 Jaksel
Fri 07 Sep 2018, 09:41 by indra nyimak

» White Cloud Mountain Minnow (Tanichthys albonubes)
Thu 06 Sep 2018, 21:01 by summoner2183

» Wts angel piyama small size dah dipiara 2 tahun, bisa handfeed
Thu 06 Sep 2018, 18:13 by Vantam

» Neolamprologus brevis
Thu 06 Sep 2018, 09:12 by summoner2183

» Tempat hunting ikan Discus
Wed 05 Sep 2018, 22:20 by edix21

» Shrimp Gobies and their partners
Wed 05 Sep 2018, 11:24 by Vikinger

» Blue-eyes (Pseudomugil sp).
Tue 04 Sep 2018, 20:37 by summoner2183

Top posters
Anaknemo (771)
 
Admin (635)
 
Batavia_Aquatic (559)
 
indra nyimak (353)
 
erms (302)
 
rheinhard (296)
 
syedjilani (276)
 
Giest (273)
 
rully chank (183)
 
Barista7105 (183)
 

Top posting users this week
pitoyop
 
rhieyant
 
Admin
 
HongLie
 
Zelda
 
Adminjava
 
Denn Rustanto
 

INDOFISHCLUB OFFICIAL VIDEO
INDOFISHCLUB 1 YEARS ANNIVERSARY

INDOFISHCLUB EXHIBITION


INDOFISHCLUB 3 YEARS ANNIVERSARY

INDOFISHCLUB 4 YEARS ANNIVERSARY


Blue-Ringed Octopus, si Gurita Paling Mematikan di Dunia

Go down

default Blue-Ringed Octopus, si Gurita Paling Mematikan di Dunia

Post by #B-Nineteen on Thu 24 Mar 2016, 10:41

[You must be registered and logged in to see this image.]

Gurita cincin biru atau biasa dikenal dengan Blue-Ringed Octopus adalah salah satu hewan yang paling mematikan di lautan. Gurita ini tersebar di sepanjang Australia dan bagian barat Indo-Pasifik, beberapa manusia menderita gigitan setiap tahun. Sayangnya, beberapa di antaranya berakhir fatal.
Di Australia di mana gurita cincin biru sering muncul di perairan pantai yang dangkal dan bisa dikatakan relatif umum di daerah yang sering dikunjungi oleh para pengunjung pantai, ada puluhan kejadian yang telah dilaporkan terkait gigitan gurita ini dan beberapa kematian yang disebabkan olehnya.
Hapalochlaena maculosaBiasanya korban tidak menyadari adanya bahaya, baik itu menyentuh gurita cincin biru dengan tidak sengaja atau mengangkat gurita ini karena penampilannya yang menarik, serta beberapa korban bahkan tidak menyadari telah tergigit sehingga menyebabkan sulitnya memberikan pertolongan pertama. Gigitannya tidak menyakitkan dan dapat menembus pakaian renang.
Spesies:
Ada dua spesies gurita cincin biru:
1. Hapalochlaena lunulata, yang merupakan gurita yang lebih besar dan tumbuh hingga 20cm dengan tentakel yang menggeliat.

2. Hapalochlaena maculosa, berukuran lebih kecil dan lebih umum dijumpai, dengan berat hanya 28 gram. Mereka dapat ditemukan di perairan karang yang dangkal dan dibalik genangan berbatu di Australia.
Dengan warna yang menarik dan lengannya yang melengkung lembut, gurita cincin biru mungkin makhluk yang indah, tetapi Cephalopoda kecil ini juga mematikan. Gurita cincin biru tampak berwarna abu-abu atau krem dengan bercak coklat muda ketika sedang beristirahat, tetapi ketika gelisah 50 atau 60 buah cincin biru berwarna terang muncul dan berdenyut dengan warna menyala-nyal, sebagai peringatan. Saat anda memegangnya dan warna biru menyala-nyala muncul, sudah terlambat bagi anda.
Di dalam kelenjar ludah gurita cincin biru hidup koloni bakteri yang menghasilkan tetrodotoxin, neurotoksin mematikan yang juga ditemukan dalam ikan buntal dan hewan lainnya. Gigitan dari gurita cincin biru sepenuhnya dapat melumpuhkan dan membunuh manusia dewasa dalam hitungan menit. Tidak ada obat penawarnya sejauh ini. Gurita itu sendiri tidak terpengaruh sama sekali oleh racun tersebut selayaknya hubungan simbiosis yang telah dikembangkan antara gurita cincin biru dan bakteri penghasil racun.
Gurita cincin biru ini mampu hidup hingga berusia 2 tahun dan mampu membunuh 26 orang dewasa dalam hitungan menit.
Gurita ini paling aktif setelah gelap, dan menghabiskan sebagian besar hari-harinya di sarangnya yang tersembunyi Seperti semua octopoda, gurita cincin biru tidak memiliki kerangka dan dengan demikian sangat fleksibel dan mampu bermanuver. Gurita ini juga dapat masuk ke celah-celah kecil dan membuat sarang di botol, kaleng aluminium, atau kerang moluska. Gurita cincin biru juga dikenal mampu untuk menggali ke dalam pasir atau kerikil untuk menyembunyikan diri.
Gurita cincin biru makanan utamanya ialah kepiting dan moluska, menyergap mangsanya dari belakang dan membungkus mangsanya dengan delapan lengan. Menggunakan paruh yang mirip paruh burung dan menggigitnya, gigitan gurita cincin biru mampu melubangi tempurung korbannya untuk menyuntikkan air liur beracun.

Tahukah anda: gurita cincin biru, juga seperti semua gurita lainnya yaitu memiliki tiga jantung dan darah berwarna biru.

_________________
~Paint your life with a beautiful fish~
avatar
#B-Nineteen
Global Moderator
Global Moderator

Posts : 90
Points : 1681
Reputation : 3
Join date : 2014-05-20

Back to top Go down

Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum